Kamis, 11 Juli 2013

Fiqh Puasa Lengkap (Menata Hati Menjemput Bulan Nan Suci)


Disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Sarbini

Tema Dauroh: Menata Hati Menjemput Bulan Nan Suci
Tanggal: 6-7 Juli 2013
Tempat: Masjid Ibnu Taimiyah, Sukoharjo

Fiqh Puasa Lengkap_1
Fiqh Puasa Lengkap_2
Fiqh Puasa Lengkap_3
Fiqh Puasa Lengkap_4
Fiqh Puasa Lengkap_5
Fiqh Puasa Lengkap_6
Sumber: http://www.ilmoe.com

Baca Selengkapnya ....

Senin, 08 Juli 2013

Khadijah binti Khuwailid

Namanya terukir indah dengan tinta emas dalam sejarah perjuangan Islam. Pelipur duka dan lara penghulu umat manusia dunia dan akhirat, Muhammad `, sang kekasih Allah.
Ia adalah Khadijah bintu khuwailid, ibunda kaum mukminin. Allah karuniakan kepadanya anugerah agung menjadi pendamping dan pendukung sebaik-baik manusia. Wanita pertama yang membenarkan kenabian muhammad di saat manusia mendustakannya. Ia adalah pelindung bagi beliau saat manusia memeranginya. Kepadanya secara khusus Allah menyampaikan salam. Rasulullah ` bersabda, ”wahai Khadijah, sesungguhnya Jibril menyampaikan salam dari Rabbmu.” Khadijah menjawab, “Allah Dialah As Salam, dari-Nya pula salam keselamatan, semoga Allah melimpahkan salam atas Jibril.”. MasyaAllah…

Baca Selengkapnya ....

Semut yang Ajaib

Pernahkankita mendengar tentang kata An-Naml? Ya, An-Naml adalah salah satu namasurat dalam Al Quran yang berarti semut. Ternyata, semut memiliki segudang keistimewaan yang membuat mata kita terbelalak karena takjub dengannya.
Coba kita perhatikan baik-baik tentang hewan lemah yang satu ini, dengan kelemahannya dibanding hewan yang lain, ia memiliki kecerdasan dan kecakapan yang tinggi dalam mencari makanan untuk kehidupan sehari-hari. Satu komunitas semut jika ingin mengumpulkan makanan, mereka keluar dari sarangnya secara serempak.

Baca Selengkapnya ....

Berani Mengaku Salah


Berani Mengaku Salah

Suatu hari di masjid raya negeri Fusthat,wilayah Mesir.Seorang ulama terkenal bernama Abul Fadhl Al Jauhari sedang menyampaikan ilmu agama untuk khalayak ramai.Di dalam kesempatan tersebut,Al Jauhari menjelaskan bahwa Rasulullah pernah menjatuhkan talak,mengucapkan dzihar dan melakukan ii’la’.
Di antara hadirin,terlihat seseorang yang nampak asing bagi Al Jauhari dan orang-orang.Orang asing itu sendiri bernama Muhammad bin Qasim Al ‘Utsmani.
Setelah keluar meninggalkan masjid,Al ‘Utsmani bersama satu rombongan orang lantas mengikuti Al Jauhari dari belakang,sampai ke rumahnya.Mereka dipersilahkan masuk.Setelah berbincang-bincang dan tamu-tamu telah beranjak pamit,Al Jauhari memberi kesempatan kepada Al ‘Utsmani untuk berbicara.
“Hari ini,saya menghadiri majlis Anda.Saya mendengar Anda menerangkan bahwa Rasulullah pernah melakukan ii’la’ dan menjatuhkan talak,hal ini benar.Namun,Anda juga mengatakan bahwa Rasulullah mengucapkan dzihar,padahal hal ini tidak pernah terjadi.Sebab,dzihar itu termasuk ucapan mungkar dan dusta.Jadi,tidak mungkin hal ini terjadi pada diri Rasulullah”,Al ‘Utsmani berterus terang.
Saat itu juga,Al Jauhari memeluk Al ‘Utsmani dan mencium kepalanya.
Al Jauhari menyatakan,”Sejak detik ini,saya bertaubat dari pendapat tersebut.Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan,atas teguran ini”
Keesokan harinya,sebagaimana biasa,Al Jauhari menyampaikan ilmu untuk khalayak ramai di masjid raya Fusthat.
Dalam kesempatan tersebut,Al Jauhari mengumumkan rujuknya dari pendapat yang disampaikannya pada hari sebelumnya.Sekaligus beliau memuji Al ‘Utsmani.
“Saya adalah guru kalian.Namun,orang ini (Al ‘Utsmani) adalah guruku.Kemarin,saya menyatakan bahwa Rasulullah pernah melakukan iila’,menjatuhkan talak dan mengucapkan dzihar.Namun,tidak ada seorang pun dari kalian yang menegur”,kata Al Jauhari.
Kemudian Al Jauhari menceritakan ulang tentang kejadian kemarin bersama Al ‘Utsmani .
Al Jauhari lalu menutup pembicaraan di majlis tersebut dengan berkata,”Saya menyatakan taubat dari pendapat kemarin dan saya rujuk kepada kebenaran.Barangsiapa yang kemarin hadir,janganlah ia berpendapat demikian! Barangsiapa yang hari ini tidak hadir,hendaknya diberitahu oleh yang hadir.Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan”
Subhaanallah!
Pelajaran penting dan berharga! Berani mengaku salah adalah sifat terpuji.Siap untuk merujuk kepada kebenaran merupakan akhlak mulia.Hanya hamba yang berjiwa besar saja yang mampu melakukannya.
Memang berat,bukan? Walaupun demikian,marilah kita belajar dan berlatih untuk selalu siap mengaku salah.Buang rasa malu dan sungkan sejauh-jauhnya! Mendahulukan ego tidak akan membawa manfaat.Astaghfirullah
Setelah membawakan kisah di atas,Ibnul ‘Arabi menasehati,”Perhatikanlah! Semoga Allah merahmati kalian.Perhatikanlah agama yang kokoh ini! Juga sikap hormat kepada ilmu dan ahlul ilmi! Di hadapan khalayak ramai,seorang ulama yang berkedudukan tinggi dan telah terkenal kemuliaannya,menerima kebenaran dari seseorang yang asing dan tidak diketahui dari mana asalnya! Teladanilah beliau,pasti kalian akan memperoleh petunjuk!”

Iila’ : Sumpah seorang suami untuk tidak mendekati istrinya.Waktunya tidak boleh lebih dari empat bulan
Dzihar : Ucapan seorang suami kepada istrinya,”Punggungmu seperti punggung Ibuku!”

http://tashfiyah.net/2013/06/berani-mengaku-salah/

Baca Selengkapnya ....

Jumat, 05 Juli 2013

05. Masalah Niat Puasa


قال المؤلف: وعلى الصائم النية قبل الفجر

“Wajib atas yang mau puasa untuk berniat sebelum fajar.”
Penulis berkata: Wajib atas yang mau puasa untuk berniat sebelum fajar.
Penulis berdalilkan akan wajibnya melakukan niat puasa di malam hari sebelum fajar dengan hadits Hafshah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

“Siapa yang tidak mengumpulkan niat puasa sebelum fajar maka tiada puasa baginya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan ahlus sunan.
Dan diriwayatkan dengan lafazh,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang tidak melakukan niat puasa di malam hari sebelum fajar maka tiada puasa baginya.” Diriwayatkan oleh Ath-Thahawy.
Dan sebagaimana kita ketahui bahwa niat itu syarat untuk setiap amal, berdasarkan hadits,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amalan itu dengan niat.”

Baca Selengkapnya ....

04. Puasa Bersama Pemerintah Atau…??


بسم الله الرحمن الرحيم

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah:
Apa yang mesti saya lakukan jika hilal telah terlihat di sebagian negara islam, akan tetapi negara yang aku berada padanya menyempurnakan Sya’ban dan Ramadhan tiga puluh hari?
Asy-Syaikh rahimahullah menjawab:
Segala puji bagi Allah Ta’ala, wajib atasmu untuk tetap bersama penduduk (pemerintah) negerimu, jika mereka puasa maka berpuasalah bersama mereka, jika mereka berbuka berbukalah bersama mereka. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

“Puasa itu pada hari kalian sedang berpuasa dan berbuka itu pada hari kalian berbuka dan ‘Idul Adhha itu pada waktu kalian menyembelih kurban.”
Dan dikarenakan perselisihan itu jelek. Maka wajib atasmu untuk puasa bersama negerimu, jika kaum msulimin di negerimu berbuka maka berbukalah bersamaa mereka, jika mereka puasa maka berpuasalah bersama mereka.
Kemudian beliau berkata: Jika semua orang merasa tenang akan benarnya ru’yah bahwa hilal sudaah nyata terlihat maka wajib untuk puasa karena hilal itu dan berbuka karena hilal. Akan tetapi jika manusia berselisih akan kenyataan terlihatnya hilal dan sebagian tidak percaya pada yang lain, maka wajib atasmu untuk puasa bersama kaaum muslimin di negerimu, dan wajib atasmu untuk berbuka bersama mereka. Mengamalkan hadits tersebut di atas.

Baca Selengkapnya ....

03. Jika Terlihat Hilal Apa Semua Wajib Puasa?


Ucapan penulis: “Dan jika penduduk suatu negeri melihat hilal maka diharuskan bagi seluruh negeri untuk mengikutinya.”
Permasalahan ini adalah permasalahan khilafiyah, para ulama banyak berbeda pendapat padanya. Diantara pendapat-pendapat tersebut adalah pendapatnya penulis.
Namun pendapat para peneliti dan yang diperjuangkan oleh Syaikhul Islam dalam beberapa tempat dalam kitab-kitabnya adalah ukurannya kembali kepada tempat terbitnya hilal. Yaitu tempat terbitnya hilal itu berbeda-beda. Yang demikian ini sebagaimana disebutkandalam atsar Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan oleh Muslim,

Baca Selengkapnya ....
 
Free Website templatesRiad in FesFree Flash TemplatesFree joomla templatesCréation site internetConception site internetMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates