Hari itu, di salah satu sudut masjid nabawi berkumpullah Abu Qudamah dan para
sahabatnya. Dihati para sahabatnya, Abu Qudamah adalah orang yang sangat dikagumi. Itu karena Abu Qudamah adalah seorang mujahid. Berjihad dari satu front ke medan-medan jihad lainnya. Seolah hidup beliau persembahkan untuk berjihad. Debu yang beterbangan, kilatan pedang, hempasan anak panah, derap kuda adalah hal yang sudah biasa bagi beliau. Pengalaman, tragedi, kisah dan momen pun telah banyak beliau saksisan di setiap gelanggang perjuangan jihad.“Abu Qudamah, ceritakanlah pada kami kisahpaling mengagumkan di hari-hari jihadmu,” tiba- tiba salah seorang sahabatnya meminta.
“Ya,” jawab Abu Qudamah.
Beberapa tahun lalu. . .
Baca Selengkapnya ....