(Penulis : Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba’abduh)
Ketika kaum muslimin, terkhusus para aktivisnya, telah menjauhi dan
meninggalkan metode dan cara yang ditempuh oleh para nabi dan generasi
Salaful Ummah di dalam mengatasi problematika umat dalam upaya
mewujudkan Daulah Islamiyyah, tak pelak lagi mereka akan mengikuti ra`yu
dan hawa nafsu
. Karena tidak ada lagi
setelah Al-Haq yang datang dari Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya
Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta Salaful Ummah, kecuali kesesatan.
Sebagaimana firman Allah:
فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ
“Maka apakah setelah Al Haq itu kecuali kesesatan?” (Yunus: 32)
Dengan cara yang mereka tempuh ini, justru mengantarkan umat ini
kepada kehancuran dan perpecahan, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa
Jalla:
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيْمًا
فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ
سَبِيْلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus,
maka ikutlah dia, dan janganlah kalian mengikuti As-Subul (jalan-jalan
yang lain), karena jalan-jalan itu menyebabkan kalian tercerai berai
dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar
kalian bertaqwa.” (Al-An’am: 153)
Baca Selengkapnya ....